Konsep Keluarga Ideal Secara Islam

Keluarga Ideal

Keluarga yang ideal dalam syari’at Islam adalah keluarga yang mampu mewujudkan cita-cita daripada nikah itu sendiri dengan cara membentuk rumah tangga Sakinah Mawaddah Dan Rahmah. Maksud keluarga yang di bahas dalam tulisan ini mencakup orang-orang yang ada dalam kawasan satu rumah, berisi ayah, ibu dan anak-anaknya, sebagaimana yang ditandaskan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) edisi kelima. Sedangkan konsep adalah ide-ide yang diabstrakkan (tidak nampak wujudnya) dari peristiwa yang yang konkret (benar-benar terjadi). Dari pengertian tersebut bisa disimpulkan, bahwa keluarga ideal adalah keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah.

Lalu, Apa Konsep (Gambaran) Keluarga Yang Ideal?

Sebagaimana penjelasan yang disebutkan, maka bisa dilihat pemaparannya dalam penjelasan berikut ini:

1) Antusias Menjaga Keturunan

Bagi kedua pasangan yang sedang membangun rumah tangga, menjaga keturunan sangatlah perlu, supaya nasab dari keluarga tersebut tetaplah lestari, dengan cara A) mekukan hubungan biologis B) menjaga kesehatan. Caranya:

1. memakan makanan yang sehat dan bergizi. Misal: daging, buah-buahan, sayuran;

2. olahraga, minimal seminggu sekali. Misal: senam, joging, renang;

3. jangan sering-sering mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, seperti: mie instan

C) menjaga pergaulan anak

الْمَرْأُ عَلَى مَنْ خَلِيْلِهِ

Seseorang iu tergantung dari agama temannya

Dari pengertian tersebut memberikan kesan kepada kita semua, bahwa, dalam bergaul atau berteman dengan siapapun itu harus milih-milih mana yang tepat untuk dirinya, sebab teman itu mempengaruhi sikap (perilaku) kita dalam keseharian-nya. Misal: berteman dengan anak jalanan, bisa menuntut kemungkinan, ikut nakal atau malah sebaliknya.

D) menyekolahkan anak hingga lulus studinya, maksimal hingga S3

2) Saling Memberikan Hadiah

Bisa menuntut kemungkinan, dengan pemberian hadiah, maka objek yang diberinya akan merasa senang. Apabila dalam satu rumah tangga senang, maka tingkat untuk menuju keluarga ideal sangatlah muda dicapai.

3) Pola Pikir Dewasa

Memiliki pola pikir dewasa merupakan suatu hal yang dibutuhkan dalam menjalin hubungan rumah tangga, agar ikatan pernikahan tersebut tidak putus di tengah jalan. Usahakan, ketika anda menikah, jangan sampai nikah di usia dini. Besar kemungkinan, orang yang menikah di usia dini, hubungannya tidak akan bertahan lama. Mengapa demikian? Orang yang menikah di usia dini, pasti pola pikirnya tidak dewasa. Apabila pola pikirnya tidak dewasa, maka akan terjadi petengkaran.

4) Mensyukuri Banyak Sedikitnya Penghasilan (Ekonomi) Dalam Rumah Tangga

Mensyukuri masalah perekonomian dalam rumah tangga sangatlah perlu untuk menghindari terjadinya istilah konflik. Biasanya, terjadinya konflik kerap terjadi pada rumah tangga yang penghasilan ekonominya cukup rendah. Agar tidak terjadi konflik, salah satu solusinya adalah dengan menanamkan rasa bersyukur.

5) Pila Pikir Hidup Sederhana

Dengan menerapkan hidup sederhana, maka a) hidupnya akan bahagia b) tidak akan pernah kekuragan harta, walaupun hidupnya dalam kemiskinan. Malah hidup kaya tidak akan bahagia jikalau ia tidak menerapkan hidup sederhana. Bahkan orang terkaya di duniapun, seperti Mark Zuckerberg (pemilik facebook) dalam kesehariannya ia tidak pernah hidup bermewah-mewahan, walaupun hartanya banyak. 

6) Sering Melakukan Canda Tawa

Canda tawa sangatlah dibutuhkan, guna untuk menghindari terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga. Caranya yaitu dengan seringnya berkumpul, pergi hiburan, seringnya melontarkan kata-kata romantis kepada pasangannya, dan lain sebagainya.

7) Merasa Cukup Terhadap Banyak Sedikitnya Penghasilan Ekonominya

Perasaan untuk selalu merasa cukup dalam masalah perekonomian ini sangatlah dibutuhkan. Logikanya seperti ini, orang kaya belum tentu cukup, namun orang yang merasa cukup sudah dipastikan kaya, walaupun realitanya tidaklah seperti demikian.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url