Hakikat Jodoh Menurut Fakhruddin Faiz

Hakikat Jodoh
Menurut Dr. Fakhruddin faiz, jodoh hakikatnya adalah pasangan hidup. Pasangan hidup tidak akan bisa kita temukan tanpa dicari terlebih dahulu, sebagaimana rezeki. Seseorang tidak akan bisa mendapatkan rezeki, seperti contoh rezeki berupa uang, tanpa di cari (tanpa bekerja). Usahakan saat mencari jodoh, mencari (memilih) yang terbaik.

Cara berpikirnya adalah kita berusaha sekuat tenaga untuk mencapai sesuatu (mencari jodoh). Setelah berhasil mendapatkannya, kita harus menjaga dan merawat apa yang telah kita peroleh. Prinsip ini mirip dengan mencari rezeki; kita mencari dengan sungguh-sungguh, dan ketika sudah mendapatkannya, kita harus menjaganya dengan baik agar tidak hilang.

Sejatinya manusia hidup di dunia ini secara berpasang-pasangan, sebagaimana pasangan langit dan bumi; siang dan malam; Matahari dan Bulan. Allah menciptakan makhluknya secara berpasang-pasangan berdasarkan QS. Az-Zariyat: 49, “Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” Menurut Plato, “manusia itu turun ke bumi dalam keadaan tidak lengkap jiwanya tidak utuh, jadi di bumi ini jiwanya mencari pasangannya.” Artinya, jika jiwa tidak bertemu dengan pasanganya, pertanda jiwanya ini tidak utuh.

Bagaimana dengan bukan berjodoh tetapi terus menjodohkan?

Hal ini sangat menarik, kuncinya adalah ketika kita merasa tidak cocok atau belum pantas, kita harus berusaha untuk menyesuaikan dan memantaskan diri dengan pasangan kita. Jodoh datang kepada kita agar kita bisa belajar menyesuaikan diri. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah memantaskan diri supaya layak untuk pasangan kita. Namun, jangan pernah berpikir bahwa kita harus menikahi pasangan yang buruk hanya karena sudah ada. Kita tetap harus terus berikhtiar mencari yang terbaik untuk diri kita.
Postingan Selanjutnya Postingan sebelumnya
No Comment
tambahkan komentar
comment url

Mungkin Anda Minat Membaca ini